Aku Atau Dia Yang Harus Berubah?

Posted by Unknown On Sunday, 14 October 2012 0 comments

David Finch, seorang public speaker dan penulis essay di New York Times, mengemukakan bahwa banyak orang yang berkonsultasi dengan dirinya seputar pernikahan mereka. Terkadang hal itu sedikit membuatnya tertantang untuk mengukuhkan kehidupan pernikahannya sendiri. Dari seluruh pertanyaan dan pengalaman yang ia terima, David mengemukakan bahwa ada dua hal yang sama-sama baik dan buruk, yaitu bahwa Anda tidak bisa memaksakan perubahan pada pasangan Anda.

Anda tidak bisa memaksa seseorang untuk berubah. Itu mustahil. Cobalah bertanya pada pasangan yang berusaha merubah pasangan mereka. Anda akan menemukan jawaban bahwa hal tersebut sangat sulit dan membuat frustasi ketika Anda tau dia bisa berubah namun tidak ingin berubah.

Anda tidak bisa memaksa seseorang untuk berubah dan lagi-lagi karena tidak mungkin. Pada dasarnya semua orang berhak menjadi dirinya sendiri, termasuk Anda. sendiri. Lalu, bagaimana dua kepribadian yang ingin bersatu dan bercita-cita atas rumah tangga yang indah  bisa hidup bersama bila tidak ada yang berubah?

Ada yang berubah, yaitu lewat diri kita sendiri. Pertama kali yang bisa Anda lakukan adalah merubah diri Anda dulu. Menuntut pasangan Anda? Jangan lagi. Lakukan sesuatu yang baik, lalu tunjukkan Anda bisa berhasil. Artinya suatu hari saat pasangan Anda melakukan hal itu, dia pun bisa berhasil. Sehingga meningkatkan kemauannya untuk berubah dari dirinya sendiri. Buat komitmen bersama bahwa untuk kebahagiaan Anda berdua, harus ada yang dilakukan oleh Anda berdua.

Hal seperti ini akan meningkatkan kepercayaan diri Anda masing-masing. Anda berdua bisa saling menjadi panutan dan saling mengisi kekurangan. Tak perlu lagi saling menuntut akan perubahan, semua perubahan dimulai dari Anda berdua. Malah lebih romantis, bukan?

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ganti warna tulisan